Pembuatan Kompos Jerami : Gambar 1

Penyiapan bahan dan alat : Jerami, pagar bambu, ember, terpal, tali dan dekomposer.

Pembuatan Kompos Jerami : Gambar 2

Memasukkan jerami ke dalam kotak yang terbuat dari pagar bammbu secara bersap sambil dipadatkan, setiap sap kurang lebih 25 cm.

Pembuatan Kompos Jerami : Gambar 3

Siramkan Dekomposer yang telah dilarutkan dalam air secara merata pada setiap sap sehingga kelembaban sekitar 60%.

Pembuatan Kompos Jerami : Gambar 4

Tumpukan jerami telah penuh hingga sap terakhir, lepas pagar sebelum ditutup terpal.

Pembuatan Kompos Jerami : Gambar 5

Tumpukan ditutup rapat, diikat lalu diberi beban agar terpal penutup mengikuti penyusutan jerami.

Pembuatan Kompos Jerami : Gambar 6

Jerami diinkubasikan sambil diamati perkembangannya, proses fermentasi berlangsung ditandai dengan kenaikan suhu.

Pembuatan Kompos Jerami : Gambar 7

Dua hari kemudian tumpukan jerami telah menyusut volumenya, periksa kelembaban jerami bila tidak ada tanda-tanda proses fermentasi.

Pembuatan Kompos Jerami : Gambar 8

Lima hari setelah inkubasi penyusutan volume jerami semakin banyak dan kompos siap digunakan bila tumpukan jerami tidak panas lagi.

Monday, January 23, 2012

Tanah, Tidak Sekedar Tempat Tumbuh Tanaman



Gambar di atas adalah tanaman jagung yang ditanam pada tanah sawah dengan pengolahan tanah minimal (minimum tillage). Tidak jauh dari tempat tersebut ada yang diolah dengan sempurna dan ada lagi yang tanpa olah tanah. Sudah bisa ditebak, tanaman jagung tumbuh dan berkembang secara optimal di lahan yang diolah dengan sempurna. Mengapa demikian? karena kebutuhan tanaman, baik kebutuhan primer (air, udara dan hara) maupun kebutuhan sekunder (zat-zat pemacu pertumbuhan, antibioti dan toksin anti hama atau enzim) tersedia bagi tanaman.


Fungsi Tanah


Sebelum teknologi pertanian berkembang pesat seperti sekarang ini, tanah dianggap sebagai satu-satunya media tumbuh bagi tanaman sehingga tanah didefinisikan sebagai tempat tumbuh tanaman. Kini, budidaya tanaman dapat dilakukan dengan media selain tanah, misalnya di air (hydroponic), di udara (aeroponic) maupun media lain seperti kerikil, sekam, arang atau bahan lainnya. Tentu saja teknik budidayanya berbeda dengan yang dilakukan di atas lahan sawah, dimana kebutuhan tanaman diberikan secara terpisah dengan cara-cara tertentu. Sementara di persawahan, kebutuhan tanaman bisa didapatkan melalui tanah.


Dengan demikian, peranan pengolahan tanah dalam budidaya tanaman menjadi sangat penting agar tanah bisa berfungsi sebagaimana mestinya, yaitu :

  1. Sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran, sehingga bisa menopang tubuh tanaman dengan kuat serta mendapatkan kebutuhannya dengan baik.
  2. Sebagai penyedia kebutuhan primer bagi tanaman (air, udara dan unsur-unsur hara)
  3. Sebagai penyedia kebutuhan sekunder bagi tanaman (zat-zat pemacu pertumbuha : hormon, vitamin dan asam-asam organik; antibiotik dan toksin anti hama; enzim yang dapat meningkatkan ketersediaan hara)
  4. Sebagai habitat biota tanah, baik yang berdampak positif karena terlibat langsung atau tak langsung dalam hal penyediaan kebutuhan primer dan sekunder tanaman, maupun yang berdampak negatif karena merupakan hama atau penyakit bagi tanaman.
Media Tumbuh Tanaman

Tanah sebagai media tumbuh tanaman yang ideal tersusun atas :
  • padatan tanah 
  1. Mineral tanah (45%), dan
  2. Bahan organik (5%)
  • pori tanah
  1. Air (20 - 30%), dan
  2. Udara (20 - 30%).


Dengan pengolahan tanah yang sempurna, komposisi media tumbuh tanaman lebih ideal bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman daripada yang diolah secara ringan apalagi tanpa pengolahan karena biota tanah juga bisa berkembang dengan baik.

Tuesday, January 10, 2012

PETANI MACAM APA AKU...?

tidak ada seorang muslim pun yang menanam suatu pohon atau bertani dengan suatu macam tanaman kemudian dimakan burung, manusia atau ternak melainkan hal itu akan menjadi sedekah baginya (Shahih Muslim No.2904)
Petikan hadits tersebut mungkin suatu jawaban atas pertanyaan-pertanyaanku dibalik fenomena KETENTERAMAN hidup petani. Dengan penghasilan yang tidak banyak (red-petani gurem), mereka terlihat damai menjalani hidup bersama keluarganya. Bisa jadi ini disebabkan kemampuan mereka meredam kebutuhan hidup yang kini makin "neko-neko". Kesederhanaan membungkus perilaku di tengah gaya hedonisme zaman yang berkembang begitu pesat. Sederhana tidak identik dengan ketertinggalan, gagap teknologi ataupun kemiskinan. Jadi, apa salahnya aku mencoba menyederhanakan perilaku seperti mereka?

SPIRIT
Logikaku yang teramat sangat sederhana sekali menjadi motivasi kuat untuk menekuni profesi PETANI. Spirit hadits di atas menuntunku untuk menguak tabir ketidaktahuan yang terbalut sedikit pengetahuan, penasaran ingin tahu kebahagiaan yang bisa kugali dari dunia ini, PERTANIAN. Berbekal niat, waktu dan semangat itulah aku mencoba peruntungan meraih keberkahan rejeki seperti yang dinikmati kebanyakan petani. Kegagalan-kegagalan yang kudapat selama ini menyadarkanku betapa bodohnya aku dibanding mereka (red-petani). Sungguh, 4 tahun bukan waktu yang cukup untuk mengenali KALAMULLAH yang digelar di tengah-tengah hamparan sawah. Tidak banyak ilmu yang bisa kuketahui dalam kurun waktu itu, sehingga untuk memahami lahanku saja belum bisa. Seperti yang kugambarkan dalam foto di atas "jangan anggap bertani itu mudah", kendala dan permasalahan yang dihapai seolah menantang kita untuk menyelesaikannya dengan bijak.

DILEMA
Ada banyak pertanyaan yang kadang susah untuk mendapatkan jawabannya. Nilai "sedekah" yang ada dalam hadits di atas mungkin bisa didapat bila kita melakukannya dengan ikhlas. Apa bisa dikatakan ikhlas kalau dalam tugasnya kita mengharapkan sesuatu (red-pamrih bisa menuai hasil bagus)? Bukankah kita hanya diwajibkan untuk mengikhtiarkan saja, sedangkan hasil adalah KETENTUAN Sang Khaliq? Bagaimana Yang Maha Pengasih memberikan keberkahan bila cara-cara yang kita lakukan dapat berakibat rusaknya tatanan alam? Haruskah kita merusak atau membunuh mahluk-mahluk ciptaan-Nya hanya untuk menyelamatkan tanaman yang kita budidayakan?

Dalam perjalanan pembelajarannya, aku memohon ampunan kapada Yang Maha Pengampun atas kebodohan dan kelalaianku yang telah membunuh rerumputan yang mungkin menjadi makanan bagi binatang ternak, atas kekhilafanku yang tidak memberi kesempatan kepada tanah untuk istirahat. Aku memohon maaf atas sikap-sikapku yang selalu mengeluh bilamana yang terjadi tidak sesuai dengan yang aku harapkan. Aku juga memohon semoga Allah SWT menerima "sedekah"ku.

Dengan menyebut nama-Mu atas diri kami, harta kami dan agama kami, jadikanlah kami ridlo atas ketentuan-Mu, berkahilah atas apa yang telah Engkau takdirkan. Amien...

Thursday, November 10, 2011

Pengendalian Wereng Batang Coklat (WBC)


Jenis wereng sing sering nggangu tanduran pari kuwe ana wereng batang coklat (WBC), wereng ijo, wereng punggung putih lan wereng loreng. ana sing nyerange batang, ana juga sing neng godong. jenis wereng loro neng ngarep kuwe sing paling ngrugikaken tandurane wong tani. apike yen pengin bisa ngendalikaken populasine (musnahaken jelas ora mungkin) kudu ngerti bioekologine. (kayane yen ditulis neng kene bisa ngoler-ngoler dawa nemen, mending gugling dewek bae wes).

kanggone aku sing esih bodho (ora bisa mikir kejeron), prinsip pengendaliane sich jane sederhana :
budidaya tanaman sehat (yen sehat jare ora gampang kena hama/penyakit, digawe kena pun duwe kemampuan mempertahankan/memperbaiki)
cara pengendalian dengan teknik budidaya (cara kiye kanggo pencegahan tapi kadang2 dianggep remeh;
  • sanitasi lahan (jerami & sisa2 tandur dibakar) ben ilang sumber penularane
  • penanaman serempak, maksude ben bisa mutus siklus uripe wereng (angger ora bareng ya werenge mung pindah2 tok)
  • penggunaan varietas tahan, pari sebangsa ketan, pari hibrida, pandan wangi kuwe rentan kena wereng
  • tanam sistem legowo dg jarak tanam ideal (sirkulasi udara apik, sinare srengenge bisa anjog neng ngingsor)
  • penggunaan pupuk berimbang (antara kebutuhan karo ketersediaane sar ser lah, kurang ya ora apik, kakehen juga ora bagus), yen kakehen urea (nitrogen) tandure tah apik, lemu, ijo royo-royo, godonge nggyubud tapi lingkungan sekitare pertanaman dadi lembab (wereng paling demen neng panggonan sing kayak kuwe)
  • pengairan berselang (maksude dudu nganggo selange diesel tapi kadang disat kadang digenangi), soale angger terus2an tergenang akhire juga lembab neng sekitar pertanaman.
pengendalian dg cara biologis cara kiye asline memanfaatna musuh alamine (kelingan rantai makanan khan?)
  • predator, kewan2 sing gelem mangani wereng, contone kinjeng (capung), bancet/katak, kepik/kumbang helm (jenise akeh nemen, slh sijine sing kayak neng foto profilku), gonggo/laba-laba/garanggati, lawet/sriti
  • jamur entomopatogenik, ana beberapa jenis jamur sing bisa urip neng awake serangga, contone jamur Beuveria bassiana (tersedia isolate kanggo diperbanyak) cara kiye asline murah tur efektif, cuma sayang kadang wong tani kurang teliti, malah ana sing nganggep yen serangga sing neng sawah ya hama, padahal ora mesti
pengendalian nganggo pestisida yen kanggo pencegahan, coba bae kanggo jenis pestisida nabati (sekang tanaman), sing cocok kanggo wereng kuwe mbako (tembakau), godong/ektrak biji sirsak juga lumayan carane direndem neng banyu/fermentasikan 3-5 hari (makin suwe tambah apik), tambahi detergen setitik nah..., angger populasine wis akeh (sadurunge umur 1 bln wis ana 5 ekor wereng per rumpun apa yen wis 1 bln lbh ditemukan 20 ekor per rumpun) gagiyan disemprot nganggo pestisida sintetik (kimia). angger kanggo wereng (sasarane), direkomendasikan nganggo :
  • pesitisida sing bahan aktife BUPROFEZIN, contohe APPLAUD, cara kerjane kontak (kudu kena sasarane, angger pari wis rapet ya kudu diwiyak disit utawa ngganggo spuyer sing jantung ben muncrate adoh). apike bahan aktif mau bisa matine wereng sing kena, juga bisa mbengkerna endoge, cuma sayange penekanan populasine mandan alon (ora pel bek, wereng sing kena ora langusg nggudag)
  • pestisida sing bahan aktife BPMC, contohe BAYCARB (wong tani biasa ngarani bayer), BASSA dll (akeh nemen merek dagange). cara kerjane juga kontak, dadi kudu kena sasarane, yen ora kena ya werenge telang teleng bae, malah ndean karo njoged wkekekek
  • pestisida sing bahan aktife MIPC, contohe MIPCIN, MIPCINTA dll. cara kerjane mirip BPMC
  • pestisida sing bahan aktife TIAMETOKSAM, contohe ACTARA. cara kerjane sistemik, racun bisa mlebu neng tandur tur bisa ditranslokasikan ke seluruh jaringan tanaman, dadi meskipun nyemprote neng nduwur (ora kena werenge) tapi yen tandure dihisap wereng ya bakale keracunan. keunggulane luwih bersih cuma sayang regane lumayan larang
  • pestisida sing bahan aktife IMIDAKLOPRID, contohe CONFIDOR, GAUCHO, WINDER. caar kerjane mirip tiametoksam tapi juga bisa mbengkerna endoge wereng
  • pestisida dengan bahan aktif anyar : ethiprol merek dagange CURBIX catetan, sing penting yen nganggo pestisida sisntetik :
  1. aja sekali-kali nganggo pestisida sing bahan aktife golongan piretroid (permetrin, sipermetrin, beta siflutrin, lamda sihalotrin, delta metrin), meskipun pel bek (knock down effect) tapi bahaya lantaran cepet nimbulna resurgensi (ledakan hama kedua) & resistensi (wereng dadi kebal), sifate panas dadi endoge wereng cepet netes tur spektrume luas (bisa mateni musuh alami)
  2. kudu tepat dosis, tepat waktu & tepat cara aplikasine
  3. yen pan dicampur, sing apik sing cara kerjane ora pada (kontak dan sistemik) kuncine pengendalian kuwe ana neng PENGAMATAN (tanaman, lingkungan, populasi hama karo musuh alamine)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites