Saturday, September 8, 2012

Gas Injection pada Mesin Pompa Air


Ada pemandangan baru yang bisa kita jumpai ketika melintasi persawahan saat-saat kemarau panjang seperti sekarang ini. Setiap beberapa puluh meter ada mesin penghisap air dari dalam tanah atau saluran yang kemudian dipompa dan disemburkan untuk mengairi lahan-lahan milik para pejuang pangan. Dari mesin yang berukuran besar hingga yang berkapasitas 4 – 5,5 HP (seperti gambar). Tipe mesin dual tank (kerosene dan gasoline) ini pernah jaya pada zamannya, dengan bahan bakar utama minyak tanah dianggap cukup efisien karena harga per liternya cukup murah. Namun ketika subsidi telah dicabut, harga minyak tanah lebih mahal dari bahan bakar premium (bensin) petani agak megap-megap untuk tetap berproduksi pada musim kemarau.
Sebenarnya bisa saja memanfaatkan satu tanki dengan diisi bensin saja, tetapi efisiensi mesin yang sudah bisa dibilang uzur ini masih kalah iritnya dengan tipe-tipe baru yang dirancang menggunakan bahan bakar premium saja. Beberapa petani ada yang memodifikasi kipas hisap pada tabung water pump-nya sehingga dengan putaran yang sama lebih kuat daya hisapnya. Cuma sayang, cara ini beresiko tinggi merusak kipas bila ada benda keras (batu/kerikil) yang berukuran agak besar masuk ke dalam pompa. Ada juga petani yang menambahkan bahan logam pada silinder head-nya agar tidak terlalu cekung, sehingga ruang bakarnya lebih sempit. Dengan cara ini konsumsi bahan bakarnya tidak terlalu boros, tetapi  berakibat kompresi naik, mesin jadi cepat panas dan pada saat starter terasa lebih berat.
Tapi jangan putus asa, kini di saat subsidi minyak tanah dialihkan untuk Liquid Petroleum Gas (LPG, baca : elpiji), mesin pompa tipe GK 200 atau sekelasnya bisa juga dikasih elpiji untuk konsumsi bahan bakarnya. Mesin yang biasa mengkonsumsi bensin 8-12 liter per hari cukup disajikan 1 tabung gas elpiji ukuran 3 kg. Lumayan murah khan? Jangan khawatir, pembakaran yang sempurna tidak berdampak over heat pada mesin. Caranya juga tidak susah, hanya menyingkirkan karburator yang fungsinya mencampur bensin dan udara sebelum masuk ruang bakar dan menggantinya dengan dengan bahan bakar gas. Seperti trend kendaraan sekarang yang menggunakan teknologi injeksi (honda menyebutnya, Programmed Fuel Injection/PGM-FI), modifikasi mesin pompa ini merujuk ke sana. Hehehe…
Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk mengubah asupan bensin pada mesin pompa air menjadi elpiji juga tidak banyak, hanya butuh regulator bertekanan tinggi yang bisa ditebus dengan kocek sekitar 50 ribuan (anggap saja tabung elpiji 3 kg dan selangnya pakai yang ada di kompor hehehe…). Lalu bagaimana langkah pengerjaannya…?
Pertama, lepas dulu tutup bawah karburator lalu simpan beserta pelampungnya.


Kedua, pasangkan regulator tekanan tinggi (high pressure regulator) pada salah satu ujung selang untuk menghubungkan pada tabung elpiji.


Ketiga, bersamaan dengan itu sambungkan ujung selang yang lain pada lubang masuk bahan bakar yang menuju ke ruang pembakaran (menempel pada bagian atas karburator).


Keempat, tutup lubang udara dari filter karburator yang menuju ruang bakar dengan cara menarik penuh switch chooke.


Setelah semua terpasang dan terhubung, mesin siap dioperasikan. Mudah khan…? Sebagai catatan tambahan pada saat akan mengoperasikan mesin, buka tuas gas sedikit atau jangan sampai penuh, demikian juga keran regulatornya sedikit saja. Jika satu dua kali distarter belum menyala mesinnya, maka tambah bukaan regulatornya sedikit demi sedikit karena dimungkinkan asupan bahan bakar yang masuk belum cukup, sampai mesin hidup. Perhatikan dan rasakan mesin sesaat setelah hidup dari suara dan getarannya. Asupan gas yang terlalu kecil bisa mengakibatkan mesin mati lagi. Sedangkan asupan bahan bakar yang berlebih menimbulkan suara tidak stasioner (Tegal : mbrebet) dan getaran mesin terasa kasar. Jika terjadi demikian, aturlah bukaan regulatornya sampai getaran mesinnya terasa halus dan suaranya stasioner (Tegal : langsam).
Sebagai informasi pelengkap : di tempat kami, bukaan regulatornya pada skala 0,5.

Selamat mencoba, semoga bermanfaat.
Salam pejuang pangan…!!!

12 comments:

makasih infonya .akan saya coba dan praktekkan

Keamanannya bagaimana pak jika pakai LPG?? ada resiko ledakan tdk, mengingat menggunakan regulator tekanan tinggi, aliran gas menuju ruang bakar cukup besar..., Bisa juga diterapkan untuk genset 4 tak?? Jika bisa gambar pemasangan selang ke karburator diperjelas pak,Twerima kasih

selagi berada di tempat terbuka, tidak ada yang bocor dan tidak ada pemicunya (pemantik), Insya Allah aman

untuk genset 4 tak, saya belum pernah nyoba

Ada info dari temen katanya karena metal untuk pompa tersebut tidak dibuat khusus untuk gas, maka sebaiknya oli mesinnya diganti oli untuk mesin disel. Apa benar begitu mas? Logikanya bagaimana?

kalo misalnya dipasang pentil sepeda motor atau mobil di tengah2 selang gasnya sebagai pengaman gmn? maksudnya gas bisa kesana tp g bs balik kesini gitu...

mau tanya, kalo mesin udah hidup chooke di buka lg gk mas?

Bang kalo kita pake mesin diesel solar apa bisa pake LPG...

Kemarin saya udah berhasil yang disel bensin...mohon pencerahan kalo pake disel solat

makasih infonya..
mau coba untuk wilayah klaten nih, petani pada ngeluh saat harus nyedot air,,

Luar biasa kang..
Aku juga baru kepikiran sampeyan cerita pompa elpiji pas ketemu moci sama sampeyan.

Tetep semangaatt!

Pitik cilik mung notoli pari
Petani cilik semangate bli mati

Saya merakit sendiri Universal LPG konverter yang bisa dipakai pada hampir semua jenis genset baik berbahan bakar bensin atau solar dan juga bisa dipakai pada semua motor 4 tak, baik bebek, matic maupun injeksi,..bagi yang berminat pasang atau pesan, bisa hub saya, mulyanto / 083849867558,,terima kasih

Post a Comment

Silahkan anda berkomentar, namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar spam

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites